MENGENAL ASURANSI SYARIAH

Barangkali sekian tahun yang lalu asuransi syariah masih sangat kurang familiar bagi masyarakat kita. Dulu, waktu saya baru bergabung di industri ini (thn 2000), perusahaan tempat saya menjadi salah satu agennya belum punya produk berbasis syariah. Maka ga ada pilihan lain bagi para agen selain menjual produk-produk konvensional.

Tapi sekarang, jangan tanya perusahaan mana yang punya produk syariah, karena rasanya semua perusahaan asuransi (baik jiwa maupun umum) sudah punya produk syariah, bahkan menjadi salah satu produk unggulan. Produk syariah pun tidak lagi eksklusif hanya milik muslim, bahkan sudah dicari oleh kalangan non muslim. Kenapa produk asuransi berbasis syariah ini mulai menjadi trend di kalangan masyarakat kita, nanti akan saya bahas lain waktu ya (smiley).

Yang akan saya bahas kali ini adalah “Apa sih asuransi syariah & apa bedanya dengan asuransi konvensional.” Saya akan bahas secara singkat saja, sebatas apa yang memang saya ketahui, yang saya peroleh dari berbagai sumber, baik lewat training, seminar atau buku yang pernah saya baca. Mudah-mudahan bisa bermanfaat, insyaAllah.

Bismillahi……,

PRINSIP DASAR ASURANSI SYARIAH

Adalah mengajak setiap peserta untuk saling menjalin sesama peserta terhadap sesuatu yang meringankan terhadap bencana yang menimpa mereka (sharing of risk). Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Maidah : 2, yang artinya :

“Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.”

Menurut para Ulana Syariah, sistem asuransi syariah merupakan sebuah sistem ta’awuni (tolong menolong), tadhamun (bertanggung jawab) dan takafuli (melindungi), yang bertujuan untuk menutupi kerugian peristiwa-peristiwa atau musibah-musibah.

PENGERTIAN ASURANSI SYARIAH

Berdasarkan PMK Nomor 18/PMK.010/2010

Usaha saling tolong menolong (ta’awuni) dan melindungi (takafuli) diantara para peserta melalui pembentukan kumpuan dana (tabarru’) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu.

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001

Asuransi  syariah (ta’min, takaful atau tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai syariah.

MISI DAN VISI

Asuransi syariah mengemban misi dan visi yang terdiridari :

  1. Misi Aqidah
  2. Misi Ibadah (ta’awun)
  3. Misi Isghtishodi ekonomi
  4. Misi keumatan

 

PERBEDAAN ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KONVENSIONAL

DASAR  AL QURAN

“Hai orang-orang yang beriman, tunaikanlah aqad-aqad itu…” (Al Maidah:1  )

“hai orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan (mengambil) harta orang lain secara batil, kecuali jika berupa perdagangan yang dilandasi atas sukarela diantara kalian…(Al-Nisak:29 )

; “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksanya” (Al-Maidah:2)

Lihat juga al-Nisa:58,9, Al-Hasyar:18, Shad:24

DASAR AL HADITS

“Allah berfirman:’Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah satu pihak tidak mengkhianati pihak lain, jika salah satu puhak berkhianat aku akan keluar dari mereka (H. R. Abu Daud dari Abu Hurairah)

Barang siapa yang melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat, dan Allah senantiasa menolong hambaNya, selama hambaNya menolong saudaranya (HR Muslim dr Abu Hurairah)

Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram” (HR Tirmizi dr Amr bin Auf)

 

Sumber :

Unit Syariah CAR Life Insurance,

Ir. Muhammad Syakir Sula, AAJI, FIIS (Ketua DPS CAR Life Insurance)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *